Pengalaman Rani lewat media sosial

"betapa bodohnya aku, aku termakan rayuannya" "aku terlalu mudah percaya dengan dirinya" gerutu Rani di malam hari itu. 

kejadian di hari itu tak pernah ia lupakan, ketakutan selalu berada di sampingnya. 
ketika ketakutan itu pergi, tapi selalu meningglkan bayangan nya di Rani. 
Rani tersiksa atas perbuatannya sendiri, yang ia lakukan adalah penyesalan yang tak ada habisnya.
Rani berandai- andai jika dia bertemu dengan lelaki itu mungkin dia akan menampar wajahnya dan memukul perutnya.
Hal yang tak pernah akan Rani lakukan untuk yang kedua kalinya.
hal itu bermula ketika kejenuhan berkumpul di hidup Rani pagi itu.
Dia mulai mengambil hape nya, dan mulai mengutak- atik salah satu store, dia menemukan sesuatu yang unik.
dia menemukan media dimana dapat berchatingan dengan orang- orang di seluruh dunia, dia tidak tahu bahwa itu adalah suatu hal yang mengakibatkan masalah besar di hidupnya, bahkan lebih berbahaya di banding menabrak seseorang.
Rani mulai berchating an. dia menemukan nama yang sedang online. dan si laki- laki itu mulai mengchat Rani, tapi bukan tulisan yang muncul disitu. melainkan sebuah foto. 
ketika Rani membuka foto itu. sontak hape yang dia pegang langsung di lempar.
"ihh gila ya masa kirim gambar beginian sih" gerutu Rani sembari mengambil hape nya.
tapi bodohnya Rani dia membalas chat itu,
dan hal itu menjadi semakin asyik, meskipun pertamanya Rani tak suka, tapi tidak ada niat untuk memutuskan hubungan dengan laki- laki itu. Rani mengira mungkin dia bisa berteman dengan laki- laki itu, 
"hemm ini orang ngebuat penasaran, meskipun agak ga beres hahaha" omel Rani, dan entah kenapa Rani melakukan hal yang di minta lelaki itu, dan hal itu baru untuk Rani. Rani merasa enjoy, sampai akhirnya si laki-laki meminta Rani untuk mengekspos hal yang sangat penting, tapi Rani tak bodoh, dia mensearching gambar itu dan mengirimkannya. 
dan ketika itu si laki-laki tadi mengakui kalau lali-laki itu tidak berasal dari negara lain dan laki-laki itu berbicara dengan bahasa Rani. laki-laki itu mulai mengancam Rani dan memaksa Rani, dia mengatakan bahwa dia punya semua foto yang kirimkan Rani kepadanya. dia mengambilnya dengan screenshot.
Rani mulai ketakutan. laki-laki itu mengancam akan menyebarluaskannya ke internet. 
Rani mulai ketakutan. dia tidak menyangka bahwa hal itu akan menjatuhkannya. Rani sangat ketakutan. untung dia menghapus chatingan itu dan mulai bergegas ke polisi. 
Rani melaporkan semuanya ke polisi, dan sekarang pria itu sedang dalam buronan.
Rani berdoa semoga hal itu tidak menimpa gadis-gadis lainnya.
malam itu menjadi malam yang tak terlupakan oleh Rani. 
mungkin memang benar bahwa "lidah lebih tajam dari pada pisau". 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terlintas Tanpa Hambatan

bergemuruh, menantikan sesuatru yang entah kapan akan datang.
sebuah perasaan yang tak enak untuk di miliki,
namun tanpa persasaan itu, apa jadinya hidup ini.
perasaan memiliki keberagaam.. seperti halnya...

melalui mata kita melihat semua. yang nampak di depan kita, entah yang kita ingin sampai yang tak seharusnya di lihat.
melalui mulut kita menyampaikan perasaan melalui apa yang kita lihat, apa yang ada di hati, dengan mulut kita menciptakan suara.
melalui telinga kita mendengar apapun yang bersuara, dari mana asal suara itu.
melalui hidung kita mencium, membau, sesuatu yang membangkitkan selera sampai yang membunuh selera.

semua yang di berikan-Nya dalam suatu wadah yang mempunyai fungsinya masing masing, namun dapat berkesinambungan.
dalam hidup kita selalu berbeda-beda, dari warna kulit, warna rambut,  ras, adat, berbeda orang tua, berbeda pemikiran, bahkan berbeda bahasa,
tapi kenapa kita bersatu?
karena kita bisa bertoleransi, karena kita ingin mengenal satu sama lain,
karena kita dapat saling menghargai,
karena dengan bersatu kita dapat mengalahkan musuh.
mengapa tak mencoba untuk selalu berbagi satu sama lain? 
mengapa selalu bersikap menghakimi orang lain?
mengapa selalu mencibir mereka yang berbeda dari kita?
mengapa tak pernah mau untuk belajar memaafkan?
mengapa tak pernah mau untuk belajar mengenal mereka yang berbeda secara lebih dekat?
mengapa oh mengapa..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS